Kamis, 24 Desember 2009

Kejar Daku Kau Ku Tangkap

Rabu, 16 Desember 2009

hari ini aku datang ke sekolah untuk menyerahkan tugas. batas hari untuk mengumpulkan tugas adalah hari ini. aku datang ke sekolah pukul 07.30. sesampainya di sekolah aku segera ke ruang guru untuk menyerahkan tugaskemudian langsung naik ke lantai dua dan masuk ke kelas ku. dari tangga sudah terdengar suara Abel dan Naufal yang bertanya Jawab sambil tertawa tawa. terdengar kecil suara dinda yang juga tertawa. aku segera masuk ke dalam kelas dan mecari memei.

ternyata dinda bilang memei belum datang. padahal tadi pagi memei yang bilang padaku kalau akan mengumpulkan tugas jam setengah 8. yah.. aku tak heran kalau ini terjadi pada memei. aku, dinda, abel, naufal, daiva, adit, shella, wirinda, dan farah ada di lantai dua gedung sekolah kami. kami melakukan kegiatan yang berbeda-beda. aku, dinda, naufal dan abel sibuk menjawab pertanyaan yang di buat naufal dengan bahasa inggris. dan dinda yang menulis point yang ku dapat dan yang abel dapat. sedangkan yang lainnya ngobrol dan sibuk dengan urusannya sendiri.

saat sedang tertawa-tawa. tiba-tiba saja farah masuk dengan wajah semangat menjahili seseorang dan berkata "eh ada memei. dinda zaza mau ga lo berdua ngumpet nanti pas memei ke sini gue bilang lo berdua udah pulang.!" kata farah dengan semangat yang berapi-api. aku pun turut semangat menjalankan mandat dari Farah. aku berlari tertawa, semangat, bahagia, dan sangat bahagia. aku dan dinda masuk ke kelas 10.2 dan duduk di paling belakang kelas 10.2.

Abel berlarian membawa tas kami sambil berkata "Ini.. Ini.. Tas lo.. nanti ketauan..". aku sigam mengambil tas kami berdua. tiba-tiba saja terdengar suara memei yang khas menanyakan dimana aku dan dinda. aku dan dinda menahan tawa sambil membekap kuat mulut kami. kurasa sesuatu bergetar di kantong ku. ku ambil hanphone ku yang bergetar dan ku lihat memei menelfon ku. aku melihat dinda. dan tertawa begitu menggelikan. kami puas membuat memei panik. kemudian giliran Hp dinda yang bergetar. ternyata pelaku sama. memei juga menelfon dinda. aku mendengar nada bicaranya panik bercampur marah. dinda bilang dinda sedang dalam perjalanannya untuk pulang.

kemudian dari jendela abel mengabarkan bahwa memei sudah turun ke ruang guru. dan abel memerintah ku untuk keluar. dan melambaikan tangan ke pada memei yang ada di bawah. yang sejak tadi mencari aku di atas. dan aku buali kami sudah pulang. abel memanggil memei. memei pun melihat ke atas. dan melihat aku dan dinda melambaikan tangan. kami semua di asat tertawa dan amat puas.

tiba-tiba saja aku ingin mengumpat kembali. jadi saat memei naik ke atas aku dan dinda kembali menghilang. aku segera berlari kembali mengumpat ditempat yang sebelumnya. tiba-tiba saja dinda mengungkapkan hal lucu. "kita kejar-kejaran aja niih sama memei.. kaya di fil dono.. haha ngumpet-ngumpetan".. kata-katanya benar-benar menggelitik aku menahat tawa sampai kepanasan. keringat sebesar bulir-bulir jagung mengucur deras di pelipisku.

memei kembali marah-marah pada abel. dan abel katakan aku dan dinda ada di kantin. memei tak percaya dan menelfon dinda. dia menanyakan kami berada dimana. dan kami jawab kami ada di saung kantin. dan memei bergegas ke kantin. kami pun berniat mengunjungi memei untuk turun ke kantin tiba-tiba saja aku melihat kepala memei muncul diantara jendela-jendela kelas 10.1. dia marah-marah karena kami bercandakan. kami yang bicara diantara kelas 10.1 aku diluar dan memei dibelakang kelas. memei bilang dia akan menghampiri kami. tapi karena kejahilan kami belum berhenti. saat memei berjalan menghampiri tempat kami. aku dan dinda berleri memutar melewati tempat parkir guru untuk ke depan saung yang tak lain adalah tempat memei tadi berdiri. kini keadaan terbalik. memei ada di tempat kami tadi, aku dan dinda berada ditempat memei tadi. memei begitu kesal kami tak bertemu-bertemu juga. akhirnya dia menelfon dinda. dan dinda bilang kami ada di kantin. akhirnya kami bertemu dikantin.

saat kami berjalan bertiga. akal yang tidak-tidak dari dinda mulai keluar. saat berjalan memei berada didepan kami. dan kami memilih untuk memutar arah balik. dan arah kami semakin berlawanan aku dan dinda kembali ingin mengumpat dari memei. tapi gagal memei menangkap aku dan dinda sedang berjalan membelakanginya.

kudapati wajah memei yang marah. karena cukup kasihan aku dan dinda menghampiri memei yang menunjukan wajah bosannya. aku tak tahan menahan geli di perutku. aku dan dinda memanfaatkan besarnya sekolah kami. untung saja kami tidak berlari ke gedung IPS di sebrang sana. mugkin akan lebih menantang dan melelahkan..

sungguh berdosa aku dan dinda pada memei hari ini. tapi sulit untuk dilupakan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar