Minggu, 13 Desember 2009

BERUNTUG SEKALI DIA YANG DISEBUT ARIEL..

Jum'at 4 Desember 2009

pelajaran kimia adalah pelajaran ketiga di hari ini. pelajaran ini benar2 membutuhkan banyak persiapan agar semua bisa terserap dengan baik. bahkan mungkin dibuthkan mengganti oli pada otak adar tidak ngebul. tiba-tiba saja ibu sri selaku guru kimia saya datang. semua siswa/i yang masih mejeng do depan kelas masuk dan menduduki tempat masing-masing.

hari ini tampak bu sri yang agak berbeda, wajahnya tidak didominasi oleh senyum ramah dan sabarnya. ini merupakan keadaan genting, mungkin dia sedang bad moode. kalau begitu aku harus benar-benar fokus pada materi terakhirnya kali ini.

dengan nada naik suaranya keluar dan melontarkan kalimat "Semuanya Duduk di bangku masing masing.. nah kali ini saya tidak akan menyampaikan materi, melainkan kalian akan mengerjakan latihan dengan cara berkelompok. dan kerjasamanya sangat dibutuhkan. bila satu anggota tidak bisa menjawab pertanyaan saya nantinya nilai kelompok saya beri minus 1". katanya tetap denagn nada sedikit emosi.

sebenarnya amat gawat.. aku dan kelompokku mulai mempersiapkan jawaban kami dan berusaha maksimal agar semua dari kami bisa menjawab dengan tepat.

bu sri akan menyanyakan kelompok 1 terlebih dahulu. "baik, pertanyaan yang saya tujukan bukan hanya pada satu orang, suatu saat jawaban akan saya lempar dan semua haris bisa menjawab dengan benar!" katanya sambil membuka lembaran2 nama kami.

"baik pertanyaan pertama" kata bu sri. semua berwajah tegang dan membolak balikan buku paket mereka untuk mencari aman suatu saat pertanyaan mendarat pada mereka. begitupun aku dan memei.

kami berpegangan tangan karena takut gerogi saat menjawab. dan bukan hanya aku yang tegang dan gugup tapi semuanya. sampailah ke pertanyaan berikutnya. " baik pertanyaan berikutnya....". lanjut bu sri dengan nada menantang. semua wajah tegang bahkan sebagian berkomat kamit menghafalkan penemu2 dan teori2 serta jumlah2 Ar.

"ARIEL!" tegas bu sri.. semua wajah bertengok2 dan mencari siapa ariel.. semua fikiran membayangkan wajah ariel piterpan yang tak mungkin itu yang dimaksud ibu sri.

tak ada nama ariel di X.3 mungkin yang dimaksudkan arief. semua mengganti ekspresi dengan cepat dan dengan serentak menertawakan kesalahan itu.. yang tercetak di fikiranku adalah wajah arief teman sekelasku yang hitam, kecil, jabrik, suaranya cempreng, wajahnya inocent, ekspresinya selalu melas berlaga layaknya ariel piterpan di atas panggung dan membuat wanita2 mati kutu..

mustahil.. durasi kami tertawa memakan seper empat durasi tanya jawab untuk kelompok satu. farah yang tertawa paling kecang memancing tawa semua siswa. saya pun tak kalah geli.. saya dan memei saling bercubitan mungkin mereka membayangkan hal yang sama saperti yang ku bayangkan..

ONDE MANDE.. Lucunya ketegangan itu.. sampai
pulang sekolah pun aku masih ingat saat nama ariel di sebut dengan nyaringnya...

selamat ya arief, atas kekeliruan ibu sri anda ternyata anda tak jauh beda dengan ariel.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar